PPN (Bappenas) Siapkan Pilot Project Pesawat Amphibi N-219 Untuk Transformasi Ekonomi Natuna

Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Natuna, Poroskepri.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menerima kunjungan Kementerian PPN (Bappenas) dan diskusi terkait transformasi ekonomi di Kabupaten Natuna. Audiensi tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati Natuna, lantai dua. Sabtu (05/11/2022).

Kunjungan lapangan dari Bappenas ini disambut oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi. Pada kesempatan itu Wan Siswandi menyampaikan terimakasih dan semoga kunjungan ini menjadi bagian dalam pembangunan Natuna yang lebih baik kedepannya.

“Ada lima fokus pembangunan di Kabupaten Natuna sesuai amanat Presiden, diantaranya : Bidang Pariwisata, Pertahanan, Kelautan dan perikanan, Ekonomi dan Migas. Dalam mendukung 5 prioritas pembangunan tersebut pemerintah melihat perlu untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur serta pembangunan sumberdaya manusia,” jelas Wan Siswandi.

Wan Siswandi menegaskan bahwa Pemda Natuna sudah mengunjungi 16 Kementerian. Pada setiap kunjungan tersebut Pemda telah menyampaikan pokok-pokok pembangunan di Natuna yang perlu didorong.

“Bicara potensi kita tahu bahwa Natuna memiliki potensi kelautan dan perikanan yang berlimpah, diprediksi hasil laut Natuna 18 ton perhari. Kemudian ini menjadi tugas pemerintah bagaimana mendorong masyarakat dalam memaksimalkan kekayaan potensi laut Natuna. Termasuk Potensi Wisata selain wisata bahari, kita juga memiliki berbagai warisan geologi yang sudah diakui sebagai kawasan geopark Nasional dan saat ini dalam proses ke tahap UNESCO Global,” ujar Wan Siswandi.

Sementara itu Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN, Amalia Adininggar dalam sambutannya menyebutkan bahwa paparan Bupati Natuna sangat komprehensif sebagai gambaran rencana transformasi ekonomi dalam menuju Indonesia Emas 2045. Dimana Natuna menjadi salah satu program induk percepatan transformasi ekonomi.

“Natuna sebagai wilayah terdepan Indonesia, yang akan di target menjadi wilayah reformasi ekonomi melalui kekayaan lautnya dengan tagline Merajut Untaian Biru Ekonomi Indonesia, dengan potensi perikanan tangkap dan budidaya Ikannya,” jelas Amalia Adininggar

Kata Amalia Adininggar, Natuna melalui sektor pariwisatanya akan mengusung “Kepri Biru” sesuai dengan potensi kekayaan geologi yang Natuna memiliki. Hal ini dapat dilihat dari penetapan Kabupaten Natuna sebagai salah satu kawasan warisan Geopark Nasional.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Natuna merupakan salah satu wilayah yang ditunjuk sebagai wilayah Geopark Nasional dengan sarisan geologi berupa bebatuan yang berusia ratusan jutaan tahun. Geo – Biodiversity dengan adanya salah satu hewan endemi yaitu kekah dan penyu dan terakhir geo cultural seperti mendu dan lain lain,” ujar Amalia Adininggar.

Kata Amalia, Pemerintah Pusat memahami kendala yang paling mendasar di Natuna, yakni masalah accesbility seperti transportasi menuju dan keluar dari Kabupaten Natuna. Sehingga pemerintah pusat akan melakukan pengembangan pilot Project Plane Amphibi N-219.

“Dengan kondisi wilayah Kepulauan pengembangan accesbility menggunakan pesawat Amphibi yang melakukan pendaratan dan lepas landas di laut. Salah satu wilayah yang akan menjadi pilot project adalah Kepulauan Riau dan kita akan langsung meninjau besok salah satunya pulau senoa untuk memastikan wilayah waterbase airport harus mendukung terlebih dahulu. Dimana pilot project ini akan direalisasikan pada 2025 di Kabupaten Natuna,” ucap Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan.

Menanggapi rencana pengembangan Sea Plane, Pesawat Amphibi N-219, Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, mengapresiasi. Namun perlu dipahami kata Rodial. Dalam merencanakan reformasi ekonomi, perlu sebuah pemahaman, kebutuhan infrastruktur dan sumberdaya manusia di wilayah perbatasan. Dengan kondisi wilayah kepulauan, pengembangan rencana Sea Plane N-219 adalah solusi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah accesbility bagi wilayah perbatasan.

Dijadwalkan kunjungan kerja Kementerian PPN, besok akan dilanjutkan dengan peninjauan Pulau Senoa Sebagai Waterbase Airport, setelah itu peninjauan SKPT selat lampa pada hari Minggu 06 November 2022. (rls/mon)


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published.