Keberadaan Rumah Singgah di Batam Sangat Diapresiasi Oleh Ketua Komisi I DPRD Natuna

Natuna, poroskepri.com – Upaya dan perhatian Bupati Natuna Wan Siswandi S.Sos M.si, menyediakan fasilitas rumah singgah di Batam bagi masyarakat Natuna, patut diacungi jempol, Hal tersebut disampaikan Wan Arismunandar selaku Ketua Komisi I DPRD Natuna kepada media ini, Selasa (11/4) saat dikonfimasi via seluler.

Menurutnya, sejak dua tahun terakhir, bangunan rumah singgah yang diprakarsai pemkab Natuna dengan status pinjam pakai ini, keberadaannya sudah membantu meringankan puluhan warga asal Natuna, selama menjalankan rujukan berobat di kota Batam.

Umumnya warga Natuna menerima rujukan, disebabkan keterbatasan fasilitas penanganan medis di RSUD Natuna, dengan jenis penyakit jenis cukup serius, sehingga tidak jarang bagi pasien, menjalani rujukan harus didampingi pihak keluarga.

Kendatipun pasien bisa menggunakan fasilitas berobat yang dijamin BPJS, namun, masyarakat dengan berbagai kondisi dan latar belakang ekonomi, tetap harus menyiapkan modal tidak sedikit, untuk menanggung keperluan transportasi, penginapan dan konsumsi selama berjalannya masa berobat.

Sebabnya, kehadiran rumah singgah Kabupaten Natuna di Batam yang memiliki fasilitas 7 kamar tidur, berdomisili di Tiban BTN Regency Blok A Nomor 5 ini, menjadi solusi tepat sasaran untuk membantu meringankan beban keuangan masyarakat Natuna yang menjalani rujukan berobat di Batam.

Apalagi lokasinya cukup strategis, rumah singgah ini berada ditengah kota yang mudah menjangkau akses ke Rumah Sakit besar yang ada di Batam seperti, RS Awal Bros Batam dan RS Embung Fatimah.

Melihat besarnya azas manfaat dan antusias warga Natuna yang menggunakan rumah singgah ini, dirinya berharap, pemerintah daerah tidak hanya bisa mempertahankan program rumah singgah ini, tetapi juga bisa menguppgrade, tambahan dengan bangunan yang memiliki fasilitas kamar lebih banyak lagi.

Hayunayati warga Desa Sungai Ulu, menambahkan, selama dirinya diberikan kepercayaan pemerintah daerah untuk mengelola unit Rumah Singgah Kabupaten Natuna di Batam ini, tidak pernah sepi pengunjung, saat ini 5 dari 7 kamar yang ada di rumah singgah dihuni oleh masyarakat Natuna yang menjalani proses rujukan berobat jalan.

Kebanyakan warga yang dirujuk RSUD Natuna untuk berobat diluar Natuna, menderita penyakit serius seperti, kanker ganas, tumor, jantung dan penyakit dalam lainnya, hamper sebagian besar pasien tidak cukup menjalani masa berobat selama seminggu.

Sebabnya, dengan kehadiran Rumah singgah ini, masyarakat Natuna yang menjadi pasien dan keluarga pendamping, sedikitnya bisa menghemat untuk biaya penginapan atau hotel selama berobat, karena bangunan ini disiapkan pemerintah secara gratis, saat ini, bangunan rumah singgah Natuna di Batam, selain memiliki fasilitas 7 kamar tidur, juga memiliki dapur umum yang fasilitasnya juga mulai dilengkapi secara bertahap oleh Bupati Natuna saat berkunjung ke Rumah Singgah ini seperti, kulkas, televisi, tempat tidur, kompor dan beberapa kelengkapan pendukung lainnya.

Keberadaan Hayunayati bersama satu rekannya, selain ditugasi mengelola unit bangunan ini, juga banyak membantu melayani keluarga pasien, yang memerlukan sarana tranposrtasi ambulan hingga mendampingi pasien ke rumah sakit selama pengobatan.

Wan Arismunandar, salah satu anggota DPRD Natuna yang tergolong respect mengunjungi rumah singgah Natuna di Batam, saat menjalani perjalanan dinas, selain silahturahmi beliau juga kerap memberikan spirit kepada pasien dan keluarga pendamping, untuk tetap semangat menuju kesembuhan dalam masa berobatnya.

Menurutnya, banyak masyarakat Natuna yang takut untuk menjalani rujukan berobat di luar Natuna, dihantui besarnya kebutuhan biaya, apalagi kalau keluarga pasien tidak memiliki saudara sebagai tempat singgah, bisa dipastikan terjadinya pembengkakan yang lebiih besar diluar biaya pengobatan, ditambah kemampuan ekonomi masyarakat Natuna yang berbeda-beda.

Hal ini dibuktikan, masih adanya warga Natuna yang pasrah dengan masalah penyakit serius yang dideritanya, belum lama ini, warga asal Pulau Tiga Kabupaten Natuna, meninggal dunia di Batam, akibat terlambat merujuk berobat penyakit tumor ganas stadium akhir dibagian kepala, dimana warga tersebut terbentur biaya pengobatan. *(mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *