Partisipasi Milenial Dalam Mengawas Pemilihan Serentak 2024

Sandro Donnie Parulian, S.Pi, Sekretaris Pengurus Cabang Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tanjungpinang-Bintan

Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Generasi milenial belakangan ini menjadi topik hangat dikalangan masyarakat. Tidak hanya dari sisi pendidikan dan teknologi, tetapi juga perilaku generasi milenial itu yang berbeda dengan generasi generasi sebelumnya. Milenial atau yang sering disebut Generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X. Generasi ini Lahir pada Kisaran tahun 1980 – 2000-an.

Menurut wikipedia, karakteristik milenial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi maupun sosial ekonomi. Namun generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan yang erat dengan komunikasi media dan teknologi digital.

Karena itu, sebagai generasi penerus bangsa, generasi milenial di Indonesia tidak boleh kalah dalam persaingan dengan anak-anak muda dari negara lain. Pendidikan yang tinggi saja ternyata tidak cukup, anak muda Indonesia “Zaman Now” harus dibekali dengan berbagai pengalaman dan soft skills yang baik dan mumpuni.

“Generasi Milenial harus menjadi pribadi yang kreatif, aktif dan inovatif. Tentu ini harus dimiliki dalam jiwa anak muda sebagai syarat utama bagi Generasi Milenial itu untuk bersaing, terlebih untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis ini.”

Bila kita Refleksi pada perhelatan Pemilu sebelumya yaitu 2019 yang lalu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada saat itu (15/5/19), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. Data ini berdasarkan investigasi di 28 Provinsi.

Sebagai catatan, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau sendiri mencatat 1 orang KPPS meninggal dunia, dan 3 orang lainnya sakit selama melaksanakan tugasnya dalam Pemilu pada tahun 2019 yang lalu.”

Para peneliti juga menyimpulkan, beban kerja yang berat memicu kelelahan adalah dampak lanjutan dari kelelahan para petugas. Peneliti berkeyakinan, “para petugas sebelumnya memang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes atau jantung”. Namun, jika tidak menerima tekanan kerja yang berlebihan. Faktor resiko dimungkinkan tidak muncul begitu cepat. Selain itu, Hoax selama Pemilu juga berperan karena terbukti membuat stres sejumlah petugas.”

Informasi yang diterima terakhir, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah sepakat Penyelenggaraan Pemungutan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten serta anggota DPD RI dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024.

Sementara untuk pemungutan suara Serentak Nasional dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 27 November 2024. Melihat informasi tersebut maka diperlukan tenaga-tenaga ekstra untuk mengawal proses berjalannya Parhelatan Pemilu dan Pemilukada 2024 nanti.”

Dari semua data-data yang ada maka Generasi Milenial harus berpartisipasi aktif dalam mengawal atau mengawasi proses berjalannya Perhelatan Pemilu dan Pemilukada 2024 nanti. Selain dari sisi fisik yang sangat bugar dan juga harus mampu “melek” teknologi, sehingga Pemilu dan Pemilukada 2024 ini dapat berjalan lancar dan mendapatkan memimpin yang amanah menjalankan Pemerintahan sesuai cita-cita pendiri bangsa.”

Pemilu dan Pemilukada Serentak 2024 bukan hanya menjadi tugas pokok dari penyelenggara pemilu saja, melainkan juga menjadi Pekerjaan Rumah seluruh Rakyat Indonesia umumnya, termasuk Generasi milenial yang cerdas dan kritis, yang mendambakan Pemimpin yang Jujur dan Amanah serta mampu membawa pada kemajuan bangsa Indonesia yang tertuang pada Pembukaan Undang-undang Dasar Indonesia Alinea ke-4 khususnya.”

Pengawasan Partisipatif menjadi “momok” penting untuk mendukung terlaksananya pemilu yang bersih, berintegritas dan minimnya kecurangan, Generasi Milenial jangan hanya menjadi penonton dan jangan hanya melaksanakan haknya saja tanpa melakukan apapun.

Generasi Milenial harus mampu menebar energi positif, menebarkan virus-virus kebaikan, khususnya dalam hal pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilukada serentak 2024. Maka sudah sepatutnya Generasi Milenial berpartisipasi aktif dalam Parhelatan besar Pemilu dan Pemilukada serentak 2024 nanti.

“Ayo Generasi Milenial kita Kawal Pesta Demokrasi Pemilu dan Pemilukada serentak 2024 sehingga berjalan sesuai dengan asas Pemilu yaitu : Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil”.”


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published.