Menghadapi Isu Virus Corona Di Kepri, Gubernur Isdianto: Masyarakat Jangan Panik

Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menghadapi isu virus corona yang diduga sudah masuk di Kepri, Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto mengimbau kepada masyarakat Kepri agar tidak panik. Karena pemerintah Kepri terus melakukan prosedur tetap agar dapat mengatasi dan tidak berdampak meluas.

Isdianto meyakinkan kepada masyarakat Kepri agar memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menangani setelah ada warga di Batam diduga terdampak virus corona.

“Insya Allah semuanya bisa ditangani sebaik mungkin,” kata Isdianto, sesaat setelah tiba dari Natuna, di Batam, Selasa (3/3) siang.

Menurut Isdianto, kini tim gabungan langsung bekerja untuk mengatasi masalah ini agar tidak terdampak semakin luas. Selain dari Pemprov Kepri sendiri, tim gabungan ini juga terdiri dari Polda Kepri, BIN, TNI, Pemko Batam, BP Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan, BTKL, Imigrasi dan Bea Cukai.

Untuk memperkecil resiko, Isdianto juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan. Selain itu juga menjaga tubuh tetap fit dan banyak memakan buah dan sayuran serta aktif berolahraga.

“Ini agar antibodi semakin meningkat untuk melawan virus. Imunitas kita terjaga,” kata Isdianto.

Selain itu Isdianto berpesan, apabila di tengah masyarakat ada yang demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas, terlebih baru pulang dari luar negara, segera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk observasi.

Kepada pedagang pun Ia berpesan agar tidak menjual masker dengan menaikkan harga semakin tinggi. Karena, dengan harga tetap stabil, masyarakat pun menjadi tenang dan tidak panik.

“Masyarakat jangan melakukan penumpukan bahan makanan dan memborong barang-barang di supermarket. Jangan buat panik warga dengan meninggikan harga. Bantu masyarakat menjadi tenang,” pesan Isdianto.

Terkait isu nasional, Isdianto mengaku telah pun langsung memerintahkan Kadis Perindag untuk melakukan pemantau di lapangan. Jangan sampai adanya kabar warga terduga coronavirus dimanfaatkan untuk menaikkan harga sembako dan kebutuhan kebersihan.

Kepri sendiri siap meminimalisir tersebarnya coronavirus. Saat ini, sejumlah rumah sakit sudah disiapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Di antaranya RS Ahmad Thabib di Tanjungpinang, RSUD Embung Fatimah dan RSBP di Batam serta RSUD H Muhammad Sani di Tanjungbalai Karimun.

Sumber: Humas / Editor: Red


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *