Bupati Hamid Minta Masyarakat Natuna Tidak Takut Observasi WNI Dari Wuhan

Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PorosKepri.com – Bupati Natuna minta masyarakat jangan takut dan cemas atas kehadiran WNI dari Wuhan, China. Prihal itu disampaikan Hamid Rizal dalam rapat terkait dampak sosial observasi WNI, di aula kantor Bupati, Kamis 06/1/2020.

Menurut Hamid, Pemerintah pusat juga memastikan bahwa WNI tersebut tidak terjangkit virus Corona walau harus menjalani observasi di Natuna.

“Proses pemulangan sudah melalui standar WHO. Observasi yang dipusatkan di Kabupaten Natuna selama 14 hari karena pemerintah pusat ingin menjamin semua WNI itu dinyatakan sehat,” jelasnya.

Dalam rapat yang dihadiri SKPD dan FKPD itu, Hamid Rizal mengatakan bahwa semua aspirasi masyarakat Natuna kemarin sudah disampaikan. Termasuk observasi WNI dari Wuhan agar dipindahkan ke kapal KRI juga sudah disampaikan kepada Kemenkopolhukam.

Masih menurut Hamid, pihaknya juga meminta pemerintah pusat harus menjamin kesehatan masyarakat Natuna dan membangun posko-posko kesehatan. Selain itu, dalam keseriusan observasi WNI tersebut Kementrian Kesehatan diminta untuk berkantor di Natuna.

“Untuk tuntutan lainnya, kita juga telah meminta kepada pemerintah pusat agar memperhatikan sarana kesehatan di Natuna,” terang Hamid.

Menurut Hamid, saat ini RSUD di Natuna masih tipe C. Ia mengaku telah meminta kepada Pemerinth pusat agar dijadikanlah tipe B.

“Kalau bisa tipe A lebih bagus agar Natuna lebih siap menghadapi resiko masalah kesehatan,” bebernya.

Hamid pun berharap kepada pemerintah pusat, jika ada lagi kegiatan besar seperti ini agar pemerintah pusat mensosialisasikan ke daerah segera, supaya masyarakat kami lebih siap menghadapinya.

“Untuk masalah ini, Pemerintah pusat telah mengakui atas keterlambatan informasi ke daerah, alasanya karena ini opersai kilat. Pemerintah China hanya memberi waktu 24 jam untuk evakuasi WNI dari Wuhan. Semua warga yang dievakuasi betul betul seteril, kalau ada batuk pilek saja tidak boleh keluar, karena ini sudah standar dari WHO,” jelas Hamid.

Rapat juga dihadiri Ketua DPRD Natuna Andes Putra, Sekretaris Daerah Natuna Wan Siswandi serta seluruh stakeholder dan media nasional maupun lokal. (mon)


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *