Mari ke Tanjung Pinang, Ada Objek Wisata Religi Keren

Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat - Tanjung Pinang
Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanjung Pinang sebagai ibu kota provinsi memiliki beberapa tempat objek wisata yang sudah dikenal oleh masyarakat internasional. Kota yang pernah menjadi menjadi pusat kerajaan Riau-Lingga ini punya beberapa lokasi sebagai tujuan berwisata, rata rata bernuasa religi dan bersanding dengan nilai sejarah.

Kelebihan yang dimiliki ini tentunya bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk datang berwisata. Daya tarik dari peninggalan sejarah ini tentunya sudah dikemas ala kekinian. Berikut ini  merupakan rekomendasi tempat wisata di Kota Tanjung Pinang yang wajib dikunjungi.

Tidak lengkap rasanya datang ke Kota Tanjung Pinang jika tidak sempat untuk singgah berkunjung ke Pulau Penyengat. Di pulau ini tersimpan segudang sejarah yang berkenaan dengan perjalanan kerajaan masa lalu. Bangunan yang terdiri di pulau ini juga masuk dalam jajaran sebagai calon situs warisan dunia oleh UNESCO.

Letak Pulau Penyengat berhadapan langsung dengan kota Tanjung Pinang, sehingga memudahkan para wisatawan melihat situs peninggalan yang dimaksud. Untuk merasakan suasana kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan peninggalan ini, wisatawan harus menggunakan perahu ataupun mengikuti paket tur untuk bisa sampai ke Pulau Penyengat.

Di Pulau Penyengat para wisatawan akan menemukan banyak bangunan peninggalan yang berasal dari pemerintahan (kerajaan) yang berkuasa di Pulau Penyengat dahulu. Dari catatan sejarah ada Kesultanan Johor, Siak, Lingga, Pahang, hingga Kesultann Riau.

Salah satu bangunan yang tersohor tersebut adalah Masjid Raya Sultan Riau. Mesjid ini telah masuk sebagai bangunan cagar alam yang ditetapkan oleh provinsi Kepulauan Riau. Ini karena masjid tersebut merupakan bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak masa pemerintahan Kesultanan Islam di pulau Penyengat.

Informasi dari waktu ke waktu mengatakan bahwa Masjid Raya Sultan Riau yang menjadi ikon di Pulau Penyengat ini dibangun selama kurun waktu 40 tahun. Warna dari bangunan mesjid di dominasi oleh warna kuning dan hijau yang cerah. Jika cuaca sedang cerah para wisatawan bisa melihat mesjid dari pesisir pantai Pulau Penyengat.

Terlihat Masjid Raya Sultan Riau yang menjadi ikon di Pulau Penyengat

Selain Pulau Penyengat yang memiliki Masjid Raya Sultan Riau, ada juga objek wisata lain yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Adalah sebuah bangunan kelenteng di Singgarang yang telah berdiri selama 300 tahun. Kabarnya kelenteng ini didirikan oleh pendatang dari Tiongkok masa lalu.

Dulunya lokasi di tempat ini menjadi tempat singgah pertama pendatang asal Tiongkok, setiap banguna kuno ini kental dengan budaya yang bernuansa asal Tiongkok. Menariknya lagi, untuk menuju ke lokasi ini wisatawan melewati pemukiman penduduk di sekitar kelenteng, terdiri rumah pelantar (rumah diatas air).

Perjalanan menuju Pulau Senggarang hanya 30 menit dari kota Tanjung Pinang. Penduduk pulau ini mayoritas Tionghoa. Disini banyak patung dewa yang biasanya dijadikan sebagai lokasi berziarah para pengunjung. Wisata di Pulau Senggareng juga sudah terkenal hingga ke manca negara.

Klenteng Ang Nio di Vihara Dharma Sasana Senggarang

Bergeser ketempat lainnya, terdapat juga objek wisata religi di Tanjung Pinang, yakni Vihara Singgarang tempat beribadah umat Buddha yang bernuansa kisah kasih dan cinta. Vihara yang kabarnya terbesar di Indonesia ini terdiri bebapa bagian bangunan, ada Balai Pertemuan, Baktisala Umum, dan Baktisala Maitreya.

Vihara yang diresmikan pada tahun 2009 ini dikabarkan memiliki satu patung dewi setinggi 4 meter. Sebagai penambah keistimewahan patung dimaksud, pengurus vihara melapis pada bagian tertentu dengan lapisan emas 22 karat. Tidak heran jika dinobatkan sebagai patung dewi termegah dan terbesar di Indonesia.

Bangunan megah ini juga memiliki lahan yang cukup luas, oleh pengurus vihara dijadikan kebun buah naga sebagai penambah keindahan dan kesejukan mata pengunjung. Menuju ke lokasi ini cukup mudah diakses oleh pengunjung, sehingga menjadi destinasi wajib didatangi jika ke Tanjung Pinang.

Patung besar Dewi Kuan Yin di Vihara Avalokitesvara Graha

Masih belum puas, wisatawan dapat ke objek Patung Seribu Wajah yang berlokasi tidak jauh dari vihara. Objek tersebut merupakan lokasi kunjungan baru di Tanjung Pinang. Meski arsitektur bangunan bernuasa tempat ibadah bagi umat Buddha, pengunjungi tidak perlu khawatir, tempat ini dibuka untuk umum dan bisa di datangi oleh pemeluk agama lain.

Yang menarik dari objek wisata ini adalah adanya 500 patung batu yang ditampilkan di pelataran bangunan ini. Pengunjung juga akan mendapat petunjuk sesuai keterangan disetiap objek. Patung-patung ini merupakan hibah dari pengusaha di negeri Tiongkok.

Patung 1000 wajah di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Setelah menikmati objek wisata religi, wisatawan dapat berkunjung ke Pulau Dompak yang merupakan pusat pemerintahan ibu kota Provinsi Kepri. Pembangunan di sini cukup pesat, dari pembangunan GOR dan fasilitas lainnya yang dapat digunakan warga untuk aktivitas berolahraga.

Di pulau ini juga terdapat Masjid Raya Dompak. Mesjid dengan nama lain Masjid Biru dibangun di dataran tinggi ini juga menjadi objek baru di Tanjung Pinang. Di tempat ini wisatawan bisa menyaksikan Kota Tanjung Pinang yang dihubungkan dengan sebuah jembatan.

Selain itu wisatawan juga dapat menikmat hamparan pesisir pantai. Di Pantai Tanjung Siambang ini memiliki air yang jernih dan sejuk. Pepohonan rindang menghiasi pantai serta pasir putih yang indah sangat cocok untuk dijadikan lokasi berlibur.

Suasana pantai yang sepi dan tenang ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat digunakan. Diantaranya ayunan di dekat pantai dan dermaga yang panjang berfungsi sebagai penghubung masyarakat setempat. Terdapat juga restoran yang disertai penyewaan pondok bagi wisatawan.

Dari Masjid Raya Dompak dapat menyaksikan Kota Tanjung Pinang yang dihubungkan dengan sebuah jembatan

Sementara di dalam Kota Tanjung Pinang sendiri, wisatawan dapat melihat monumen Gonggong Raksasa yang dekat pantai. Birunya laut menjadi pemandangan menarik destinasi ini. Bentuk bangunan menyerupai siput, dimana kota Tanjung Pinang terkenal dengan sajian siputnya.

Masyarakat menikmati suasana sore di Taman Gurindam

Uniknya dari bangunan ini memiliki corak warna kuning pada cangkangnya. Bangunan monumen terdiri 2 lantai ini wisatawan bisa bersantai serta permainan lampu yang asik yang dapat digunakan sebagai tempat swafoto. Pada lantai bawah dijadikan tempat nongkrong atau hangout bareng keluarga dan area untuk aktivitas olahraga.

Berdampingan dengan Gedung Gonggong itu, ada wahana Taman Gurindam 12 yang bisa dibilang sebagai pelengkap fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Mulai dari tempat bermain anak, berolahraga, hingga lapangan luas yang kerap dijadikan arena latihan sepatu roda dan skateboard.

Kuliner malam di Akau Potong Lembu

Pesona keindahan Taman Gurindam 12 ini didukung dengan lokasinya yang berada ditepi laut dan berhadapan lansung dengan pulau Penyengat yang kaya akan warisan sejarah dan budaya melayu. Ikoniknya kini menjadi destinasi wisata yang ramai dan padat dikunjungi masyarakat.

Selain menikmati objek wisata, wisatawan juga dapat menikmati kuliner murah dan enak di Akau Potong Lembu. Tempat kuliner yang biasa buka menjelang magrib ini terkenal dengan masakan lautnya (sea food). Wisatawan jangan khawatir soal hidangan hidangan halal atau non halal, penjual akan selalu mengingat. (*)  

 


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *