Tepung Tawar LAM Bintan Kepada Soerya Respationo, Doakan Pilkada Berjalan Sukses

Proses tepuk tepung tawar kepada Calon Gubernur Kepri Muhammad Soerya Respationo

Sebagai tradisi menyambut tokoh, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan melakukan ritual tepuk tepung tawar terhadap Calon Gubernur Kepri Muhammad Soerya Respationo, Senin (23/11/20) pagi.

Prosesi khusus ini terbilang sengaja dilakukan sebagai bentuk menghormati, mengapresiasikan serta mendoakan atas apa yang akan dilakukannya terhadap Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang merupakan ‘Bumi-nya Melayu’.

“Izin Romo, kami melakukan Tepuk Tawar ini mengingat disini adalah Bumi Melayu. Tentunya kami sangat mengapresiasi serta mendoakan yang dicita-citakan, khususnya yang akan dilakukan untuk Kepri,” jelas tokoh masyarakat Melayu di Bintan ini.

Pihaknya juga mendoakan agar pelaksanaan Pilkada di Kepri maupun di Bintan, serta Pilkada di seluruh Indonesia bisa berjalan damai. Sehingga mampu melahirkan pemimpin yang berbudi, pro rakyat dan pemimpin yang tidak memilih siapa yang mendukungnya maupun tidak.

“Mudah-mudahan dengan adanya hal ini silahturahmi kita semakin terjaga dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya menegaskan bahwa semua calon pemimpin yang maju dalam Pilkada di Kepri merupakan orang-orang yang baik dan berkualitas. Khususnya sosoknya Soerya Respationo.

“Dan tentunya, siapa pun yang terpilih sebagai Kepala Daerah di Provinsi Kepri nantinya akan didukung secara menyeluruh dan tentunya itu semua demi kesejahteraan bersama masyarakat di Kepri,” jelasnya lagi

Namun demikian, tegasnya lagi, Lembaga Adat Melayu (LAM) di Kabupaten Bintan telah memiliki anggaran dasar dan anggara rumah tangga (AD/ART) organisasi. Dimana LAM tidak boleh terlihat dalam politik praktis di Pilkada.

Akan tetapi, para pengurus di LAM memiliki kewenangan untuk memilih pilihan secara pribadi di Pilkada.

“Baik itu mau mendukung, menyokong maupun mencoblos pilihan kepala daerah yang sesuai dengan hati nurani. Dan kami membuka ‘kran” sebesar-besarnya bagi pengurus LAM atau pribadi untuk menentukan hak pilihnya,” jelasnya.

Namun ia mengingatkan, semua calon yang maju di pilkada ini, adalah orang-orang yang sudah Allah pilih. Tinggal kita memilih dan memilah serta menentukan pilihannya yang terbaik secara pribadi.

Menanggapi hal tersebut, Soerya Respationo mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami AD/ART dari LAM Kabupaten Bintan. Bahwa LAM adalah payung negeri, sehingga tidak boleh memihak kepada salah satu calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada.

Namun semua calon yang maju di Pilkada berada di bawah LAM. Sehingga, pada pertemuaan hari ini dan kehadiran Soerya Respationo di LAM Bintan lebih kepada meningkatkan silahturahmi dirinya dengan LAM Kabupaten Bintan.

“Dan sebagai warga di Kepri, kiranya wajib bagi saya untuk memohon izin sekaligus meminta doa dan restu kepada LAM,” ucapnya.

Bagi Soerya, hal ini sangat wajib dilakukan. Secara kelembagaan ia sangat paham bahwa LAM tidak boleh mendukung salah satu calon di Pilkada.

Untuk itu, pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi. Mengingat, silahturahmi yang dilakukannya telah direspon dengan maksimal.

“Tentunya, harapan kami, siapapun nanti yang naik tentunya lebih mengimplementasikan lagi bahwa di Provinsi Kepri ini melayu adalah payung negeri,” tegasnya.

Sumber: istimewa
Editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *