Prioritas SInergi Kepri Untuk SDM, Dari Sekolah Berkarakter Hingga Kesejahteraan Guru

Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Kepri Lis Darmansyah
Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pasangan calon Gubernur Kepri Dr H Muhammad Soerya Respationo SH MH dan calon Wakil Gubernur Kepri H Iman Sutiawan SE MM kembali menjawab harapan masyarakat Kepulauan Riau terhadap dunia pendidikan.

Berbagai program kerja yang dicanangkan oleh pasangan Soerya Respationo dan Iman Sutiawan jika mendapat amanah memimpin Provinsi Kepri. Terkhusus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, yaitu merencanakan Program Pendidikan Gratis dan Program Pendidikan Unggul hingga Tuntas atau “PINGGUL TUNTAS”.

Sejalan dengan program kerja Recovery (pemulihan) Ekonomi akibat wabah corona (Covid-19), pasangan nomor urut satu (1) ini memiliki program kerja guna meningkatkan kualitas SDM di Kepri sebagai prioritas kerja 100 harinya.

Program yang ditawarkan bukan sebagai “perangsang” untuk meraih kekuasaan, tetapi sebagai figur pemimpin yang memiliki konsistensi dalam komitmen antara kata dan perbuatan. Sebagai bukti ingin memberikan pengabdian kepada masyarakat sesuai kewenangan yang diberikan melalui Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan bukan sekedar rekayasa pasangan Soerya – Iman bersama tim, namun untuk menjawab dan memberikan solusi yang diperoleh dari hasil belanja masalah di tengah masyarakat selama ini.

Kesimpulan program kerja dari hasil belanja masalah tersebut, menurut Lis Darmansyah, juga seiring dengan fungsi pemerintah daerah sebagai pendukung kepentingan masyarakat.

Mantan Wali Kota Tanjungpinang periode 2013-2018 itu mengatakan, bahwa Paslon Soerya – Iman memiliki misi program kerja pada bidang pendidikan di Kepri guna meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Yakni program yang diklaim “PINGGUL TUNTAS”. Program Pendidikan Gratis dan Program Pendidikan Unggul hingga Tuntas.

“Program ini diarahkan untuk Pendidikan SMU/SMK/Sederajat yang merupakan bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi. Pendidikan Gratis tersebut meliputi semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari seragam sekolah gratis, buku-buku pelajaran hingga tidak ada lagi istilah uang SPP yang harus dibayar,” kata Lis Darmansyah, Rabu (07/10/20).

Dikatakan bahwa pasangan Soerya – Iman berkomitmen menjadikan putra putri di Kepri sebagai generasi berdaya saing. Jangan ada lagi sampai putus sekolah karena tidak mampu bayar uang SPP, seragam sekolah atau buku pelajaran, terlebih ancaman tidak mendapatkan ijazah karna belum membayar kewajibannya di sekolah.

Lis memaparkan bahwa program wajib belajar menengah atas merupakan harapan Soerya – Iman untuk dapat direalisasikan pada tahun ajaran nanti, mengingat masyarakat sangat membutuhkannya saat ini. Biaya program ini akan ditanggung APBD yang dialokasikan kepada setiap sekolah, untuk melaksanakan program-program sekolah gratis.

Dipaparkan oleh Lis dari data yang ada, jumlah SMU di Kepri sebanyak 148 SMU dan jumlah siswa sebanyak 47.169 siswa. Terdiri dari 113 SMK dengan jumlah 32.441 siswa. Untuk Madrasah Aliyah (MA), terdapat 40 sekolah, dengan 4.670 siswa. Total siswa SMU/SMK/Sederajat diperkirakan sekitar 84.280 siswa. Kebijakan pendidikan gratis juga berlaku bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang merupakan bagian dari Kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Untuk sekolah swasta, selama masa Pandemi COVID-19, akan tetap diberikan subsidi dan dihitung sesuai ketersediaan anggaran untuk masing-masing siswa yang bersekolah di SMU/SMK/MA/SLB Swasta,” ulas Lis mengenai program Pinggul Tuntas.

Program Pinggul Tuntas tidak hanya sebatas pada pendidikan menengah atas tetapi dilanjutkan ke pendidikan tinggi, sebagaimana komitmen Soerya – Iman menjadikan putra dan putri Kepri berdaya saing.

“Program ini berbentuk bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu, beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi maupun beasiswa kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi. Sehingga dengan program tersebut, diharapkan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena terkendala pembiayaan sehingga dapat meneruskan pendidikannya hingga tuntas,” tambahnya.

Selain upaya mencetak sumber daya manusia berpengetahuan. Menurut Lis Darmansyah, pasangan Soerya – Iman juga berkomitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia yang memiliki kualitas keimanan dan akhlaq. Pendidikan atau pengetahuan keagamaan juga menjadi landasan atau dasar bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Direncanakan melalui pendidikan karakter terpadu yaitu membangun sumber daya manusia berbasis kualitas keimanan dan akhlaq, dan juga disertai pendidikan dengan berbasis nilai-nilai budaya serta kearifan lokal, akan terus dikembangkan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Tujuh wilayah Kabupaten/Kota di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Hal ini bertujuan agar generasi kedepan tidak lupa dengan akar nilai-nilai budaya melayu yang berkaitan erat dengan dunia Islam, sebagai tameng menghadapi arus budaya global. tanpa mengesampingkan pendidikan agama lainnya yang tumbuh dengan damai di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,”kata Lis menguraikan Misi dan Program Pasangan Nomor urut 1 itu.

Dikatakan juga, untuk pendidikan khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB), pengembangan akan dilakukan bertahap dengan membangun dan mempersiapkan sumber daya manusia yang akan ditempatkan pada sekolah pendidikan khusus (SLB) di wilayah Kabupaten/Kota yang belum memiliki Sekolah Luar Biasa. Biaya pendidikan akan diberlakukan gratis. Demikian halnya untuk pelajar yang mengikuti pendidikan di Pesantren-Pesantren atau pada Pusat Pendidikan Keagamaan maupun dukungan sarana prasarana keagamaan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.

Program Pinggul Tuntas juga mencakup ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan hingga ke daerah Hinterland dan ketersediaan tenaga pendidik. Dari belanja masalah diketahui bahwa perlunya kepastian status bagi para tenaga pendidik di Kepri.

“Diantaranya, mereka (tenaga pendidik-red) hingga saat ini masih banyak yang berstatus honor dinas atau honor sekolah yang rata-rata pendapatan mereka hanya sekitar 1 Juta rupiah bahkan kurang dari 1 Juta rupiah,” ungkap Lis.

Dikatakan Lis lagi, Soerya Respationo dan Iman Sutiawan merasa miris melihat kondisi tenaga pendidik yang masih jauh dari sejahtera. Bahkan sulit untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, sementara memiliki tanggungjawab yang cukup besar dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Menurutnya, tantangan guru honor sangat besar, mengingat kondisi geografis dan kondisi laut pada bulan-bulan tertentu yang harus dilewati demi kewajiban mengajar dan melaksanakan tugasnya pada wilayah di pulau kecil bahkan pulau terluar.

“Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi perhatian khusus Pasangan Calon Nomor 1 ini. Pak Soerya Respationo dan pak Iman Sutiawan juga akan memberikan insentif khusus dan layak bagi tenaga-tenaga pendidik yang berada di daerah perbatasan,” terangnya.

Di samping itu, prioritas lainnya adalah membangun sarana dan prasarana hunian (komplek perumahan) bagi tenaga pendidik di daerah-daerah perbatasan dan daerah pulau yang sulit terjangkau. Pemerintah akan menyediakan transportasi laut dan biaya operasional guna menunjang kelancaran tugas para pendidik maupun kebutuhan peserta didik.

“Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN, maka seharusnya sudah tidak ada lagi istilah PTT ataupun Honorer melainkan yang ada yaitu ASN yang terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK,” papar Lis yang juga sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Kepri itu.

Ia pun mengatakan, seharusnya tahapan penerimaan ASN PPPK tersebut harus sudah dilaksanakan sebagaimana amanat Perpres No. 38 Tahun 2020. Maka untuk para tenaga Pendidik yang saat ini masih berstatus Honorer, akan mendapatkan persamaan hak dan status yang sama sebagai ASN.

Tentunya bagi yang sudah lama mengabdi di dunia pendidikan akan mendapatkan prioritas dan kemudahan dalam mengikuti seleksi maupun terkait persyaratan. Lis juga mengatakan, selain untuk mengatasi keterbatasan tenaga Pendidik di Kepri juga sebagai wujud apresiasi kepada para tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdi.

Menurut Lis lagi, program-program tersebut telah melalui proses diskusi dalam perumusan sebagai rencana aksi serta perumusan metode pelaksanaan di Tahun 2021.

“Sekali lagi kami mohon doa dan restunya. Ini untuk membuktikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat, dan menyelesaikan segala permasalahan dunia pendidikan di Provinsi Kepri,” pungkas Lis Darmansyah.

Sumber: istimewa
Editor: redaksi


Share berita ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *