Home / Daerah / Kota Tanjungpinang / Pendidikan

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:54 WIB

Miris, Salah Satu SD Negeri di Bukit Bestari Dapat Menu MBG Tidak Proporsional

Menu yang di terima siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Bukit Bestari

Menu yang di terima siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Bukit Bestari

Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh salah satu SD Negeri di Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang menuai kritikan. Pasalnya, komposisi menu selama bulan puasa tidak sesuai harapan.

Selama bulan puasa, menu yang di sediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk di sekolah itu, membuat orang tua “gemas”. Komposisi dinilai asal asalan.

Menurut salah satu orang tua murid, menilai komposisi MBG selama bulan puasa itu tidak proporsional. Menu yang diterima terkesan bergizi, tapi kuantitasnya dinilai kurang

“Saya lihat menu yang di terima hari ini cukup prihatin. Semalam lagi lebih heran lagi. Komposisi menu iru tidak wajar,” ujarnya saat ditemui, Jumat (6/03/26).

Menu yang di terima sehari sebelumnya, Kamis (5/3/26)

Dikatakan, menu makanan yang di terima untuk 2 hari, yakni Jumat dan Sabtu. Komposisinya, 2 telur rebus, irisan tempe, adonan kentang yang dikombinasi, puding dan jus.

“Heran saja sama isi menu mbg itu, kesannya seperti asal asalan. Jangan hanya demi untung besar sehingga mengabaikan standar gizi yang diharuskan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, menu yang di terima sebelumnya bagus, tidak kecewa. Namun semenjak sekolah itu berganti sppg, menu yang di terima dinilai kurang pantas.

Menanggapi persoalan ini, koordinator SPPG wilayah Tanjungpinang, Retno, mengatakan menu yang tersedia secara kandungan sudah memenuhi standar. Didalamnya ada karbohidrat, protein, dan vitamin.

Menu yang di program (sumber dari koordinator MBG Tanjungpinang)

“Hanya saja jika dilihat dari penampilan memang kurang menarik, akan saya arahkan lagi ke sppg nya untuk lebih memperhatikan kemasan dan jenis nya pak,” tulisnya, menjawab konfirmasi lewat chat aplikasi WhatsApp, Jumat (6/03/26).

Disinggung apakah komposisi menu yang diterima sudah sebanding dengan harga yang diberikan pemerintah (BGN), lucunya, Retno menyarankan untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada pengelola sppg terkait.

“Alasannya, karena setiap sppg punya supliernya masing-masing dan suplier tersebut mitra dari yayasan,’ tulis Retno, tanpa menjelaskan perbandingan menu yang diterima dengan harga yang dibayarkan pemerintah kepada sppg penyedia.

Menurut Retno, menu tersebut bersumber dari SPPG Kota Tanjung Pinang Bukit Bestari Tanjung Pinang Timur 3. Adapun menu untuk Jumat (06/03/26) dan Sabtu (07/03/26), ada 1273 porsi menu kering.

“Terdiri, mashed potato, telur rebus, keripik tempe, puding mangga dan jus buah naga. Ada porsi besar dan kecil, masing masing beda nilai gizinya, namun kandungan gizi sudah lengkap,” jelasnya.

Menu yang di terima anak SD untuk 2 hari (Jumat dan Sabtu)

Ditanya kembali soal kuantitas yang berkurang, Retno mengatakan sudah konfirmasi kepada kepala sppg tersebut. Memang ada menggunakan botol yang kebesaran karena stok botol ukuran kecil sudah habis, makanya ada kesan seolah berkurang.

Untuk wadah yang terlihat besar namum isi sedikit, masih menurut Retno, bentuknya seperti itu karena pada saat masuk ke dalam tas suppond dilekatkan posisi miring dan bentuknya semakin jelek. Selain itu kemasan kebesaran sehingga tampak seperti sedikit

Menu yang di program oleh BGN (sumber dari koordinator MBG Tanjungpinang)

“Tetapi untuk jumlah (kuantitas) tetap sama. Sudah saya arahkan juga kepada sppg untuk evaluasi,” terangnya.

Sementara untuk hari sebelumnya, Kamis (05/03/26), menurut Retno, untuk 1.335 porsi kering dan 61 porsi basah yang diberikan secara kandungan sudah lengkap. Ada karbohidrat dari bolu pandan, protein dari telor, peyek (kacangnya), dan vitamin dari 2 buah pisang.

“Itu juga terbagi 2, ada menu kering porsi besar, kering porsi kecil, serta basah besar. Kita juga mengarahkan pihak sppg agar bervariasi memberikan menu dan usahakan tetap sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat,” tambahnya.

Terkait kedala itu, Retno menjeleskan bahwa biasanya memang pihak sppg selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah jika ada masalah pada pendistribusian. Seharusnya pihak sekolah akan mengecek terlebih dahulu sebelum dibagikan.

Namun diluar itu, selaku koordinator di kota Tanjungpinang, Retno menerima kritikan tersebut. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar program ini berjalan semestinya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kota Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Gandeng BRK Syariah Optimalkan Pajak Lewat Gurindam Pay

Daerah

Komisi III DPRD Kepri Tampung Aspirasi Driver Maxim, Komitmen Kawal Penyesuaian Tarif

Daerah

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Sambangi Kecamatan Binut dan SKL Saat Safari Ramadan Ketiga

Kota Tanjungpinang

Lis Ingatkan Momentum Harkitnas Perkuat Persatuan dan Kemandirian Bangsa

Daerah

Letkol Inf Andit Franata Sebut Pancasila Benteng Utama Pertahanan Bangsa

Kota Tanjungpinang

Atlet Berprestasi Tanjungpinang Tidak Diterima di Sekolah Tujuan

Kota Tanjungpinang

Sambut HUT ke-81 RI, Imigrasi Tanjungpinang Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Ummi Al-Fitrah

Kota Tanjungpinang

Keluhkan Jadwal Molor di Poli Radiologi RSUP Kepri, Pasien Malah di Usir Petugas