Home / Kota Tanjungpinang / Provinsi Kepulauan Riau

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:28 WIB

Keluhkan Jadwal Molor di Poli Radiologi RSUP Kepri, Pasien Malah di Usir Petugas

Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Tanjungpinang – Pasien di RSUP Kepri Ahmad Tabib Tanjungpinang kecewa atas pelayanan perlakuan yang diterima. Kali ini bukan soal peralatan medis tetapi soal komunikasi dan empati dari petugas.

Berharap kesembuhan, Untung Slamet Alfandi, membawa ibunya sebagai pasien kanker yang akan menjalani USG dan kemoterapi sesuai jadwal harus menelan kekecewaan. Sebabnya, setiba di rumah sakit ternyata jadwal meleset, menunggu satu bulan.

Menurut Untung, bagi keluarga prihal ini bukan sekadar salah tanggal, tetapi soal harapan untuk sembuh, dan sedang berpacu dengan waktu. Dimana, sudah dijanjikan jadwal selanjutnya 28 Juli, tetapi tercatat 28 Agustus mendatang.

Awalnya, masih menurut Untung, pada 24 Juli 2026 lalu, pasien (ibunya) melakukan kontrol di Poli Onkologi. Hasil pemeriksaan dokter, meminta untuk segera USG, karena hasilnya akan menentukan untuk kemoterapi pada 31 Juli akan datang.

“Dari hasil Patologi Anatomi (PA) setelah di operasi di RSAL sebelumnya sudah keluar. Dinyatakan, statusnya 80% ganas,” kata Untung, Senin (28/7/26).

Mengetahui status dan kondisinya, hari itu juga dirinya langsung mendaftar ke Instalasi Radiologi.

“Informasi jadwal tercepat tanggal 28 bulan Juli, dan saya pastikan lagi memang di tanggal itu, petugas jawab iya. Lambat ya, dijawab kembali, karena antrian,” jelas Untung.

Dari janji lisan ini, Untung izin dari tempat kerja untuk libur mengantar ibunya ke rumah sakit pada 28 Juli. Tetapi di loket Radiologi, nama ibunya tidak ada di daftar hari itu. Jadwal yang tertera tanggap 28 Agustus.

“Kalau memang 28 Agustus, sampaikan saja 28 Agustus dari awal. Saya bukan memaksa minta cepat, saya paham antrian,” ujar Untung.

Mirisnya, kata Untung, bukan hanya soal jadwal yang melenceng, melainkan respons saat ia mencoba bertanya. Lebih sakit hati, ia mengaku justru diusir dari ruangan.

“Petugas langsung mengusir. Kata kata yang dilontarkan, kalau mau komplain bukan di sini, tempatnya di luar sana. Kita merasa diperlakukan seperti sampah,” jelasnya.

Soal prosedur rumah sakit, Untung mengaku sangat paham. Atas dasar itu ia hanya meminta kepastian informasi, bukan menuntut agar didahulukan.

“Bayangkan, bagaimana jika yang mengalami itu pasien dari luar kota, seperti dari Tanjung Uban atau Kijang, sudah keluarkan ongkos dan tenaga ekstra, tetapi di batalkan,” jelasnya.

Meskipun persoalan ini berakhir di mediasi oleh Customer Care RSUP Kepri, pihak manajemen RSUP harus memberikan sanksi tegas kepada petugas yang dinilai arogan itu. Pihak poli Radiologi mengakui ada kesalahan komunikasi dari petugasnya.

“Kami cek memang di jadwal kami tanda betul, cuman anggota kami mungkin dia salah ngomong atau tidak profesional pas ngomong,” kata Supriadi saat melakukan upaya mediasi untuk menyampaikan permohonan maaf.

Dari permasalahan ini, pihak manajemen RSUP Kepri harus memberikan keterangan resmi terkait standar prosedur penyampaian jadwal kepada pasien.

Masalah ini juga menjadi pengingat bahwa dalam pelayanan kesehatan, sikap harus tegas dan ucapan hendaknya sopan. Perlakuan yang ramah terkadang juga sebagai “obat” bagi pasien.

Penulis: Rudi
Editor: Manto

Share :

Baca Juga

Kota Batam

Dampak Asap Tebal, Pemko Batam Imbau Anak Sekolah Belajar Dering

Kota Tanjungpinang

Aspirasi Nelayan Numbing Diterima, Marzuki Akan Pertemukan Dengan Ketua DPRD Kepri

Daerah

Rotasi & Promosi Pejabat Kepri, Ika Hasilah Dilantik Sebagai Sekretaris DPRD

Kota Tanjungpinang

Terkesan Bungkam, Karutan Kelas 1 Tanjungpinang Bantah Isu Jual Beli Sel Ruangan Lewat Hak Jawab

Kota Tanjungpinang

Perdana, Paduan Suara Wanita Kota Tanjungpinang Mewakili Provinsi Kepri di Pesparawi Nasional

Daerah

Wujudkan Indonesia ASRI, Ketua DPRD Kepri Pimpin Aksi Bersih-Bersih di Kota Batam

Politik

DPRD Kepri Bentuk Pansus LKPj 2025, Berikut Susunan Resminya

Daerah

Wagub Nyanyang Serahkan Bantuan Untuk Yatim dan Dhuafa di Dua Masjid Batam