Kabar duka menyelimuti kalangan wartawan di Tanjungpinang. Gindo Pakpahan, wartawan senior meninggal dunia pada Minggu pagi (24/5/26), disemayamkan di kediamannya di Jalan MT Haryono, Tanjungpinang.
Informasi dari keluarga, di jelaskan Richard, almarhum menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sebelumnya (pagi), sosok wartawan humanis ini, saat hendak bersiap pergi ke gereja tidak menunjukkan gejala.
“Setelah mandi, bersiap untuk pakaian, mendadak tubuh dia lemah dan kesadarannya tidak stabil. Keluarga langsung membawa ke rumah sakit,” ujar Richard menyampaikan informasi yang di dapat dari keluarga.
Diketahui, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Meskipun demikian, dalam kesehariannya ia tetap terlihat sehat dan aktif beraktivitas.
“Kabar ini sangat mengejutkan. Tiga hari lalu kami masih sempat kumpul di kedai kopi seperti biasa,” ujar Richard saat di rumah duka, Minggu (24/05/26) malam.
Masih menurut informasi keluarga dan rekan dekatnya, almarhum selama ini rutin menjaga kesehatan dan telah lama berhenti merokok. Selain itu sosok Gindo dikenal sederhana dan memiliki hubungan baik dengan rekan seprofesi.
Dalam kesempatan itu, rekan-rekan almarhum sepakat akan menggelar acara khusus sebagai bentuk penghormatan terakhir. Rencana kegiatan dilaksanakan di rumah duka, Selasa (26/5/26), sebelum di makamkan.
“Ini sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Gindo Pakpahan. Untuk itu, mengajak rekan-rekan wartawan untuk hadir di rumah duka, kegiatan direncanakan sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB,” ujar Rindu.
Almarhum Gindo Pakpahan meninggal dunia di usia 57 tahun. Ia meninggalkan seorang istri serta empat orang anak, terdiri dari satu anak laki-laki dan tiga perempuan. Akan dimakamkan di pemakaman umum Kristen, kilometer 16.
Pantauan di rumah duka, sahabat, keluarga dekat, jemaat gereja, serta para wartawan tampak silih berganti datang untuk memberikan belangsukawa kepada keluarga. (*)

