ANAMBAS – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) unit Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar lokasi dapur pengolahan tersebut.
Pasalnya, disekitar dapur SPPG itu beraroma bau menyengat. Diduga kuat berasal dari limbah air bekas aktivitas pengolahan makanan, Sabtu (13/6/26).
Dari keterangan yang dihimpun, bahwa limbah dari proses memasak dan pencucian peralatan dapur dialirkan melalui pipa pembuangan, langsung ke laut. Jika saat cuaca panas, aroma yang ditimbulkan disebut semakin kuat hingga tercium ke lingkungan permukiman warga.
Hendi (bukan nama sebenarnya), warga yang tinggal disekitar mengatakan, kondisi ini telah berlangsung lama. Aroma yang disebabkan limbah itu mengganggu pernafasan dan aktivitas sehari-hari.
“Kondisi ini sudah lama dan sangat mengganggu. Bau yang muncul cukup menyengat, apalagi saat cuaca panas,” ujarnya.
Dari itu, warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah. Juga meminta, pengelolaan limbah dari kegiatan dapur SPPG seharusnya dilakukan dengan sistem yang baik sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak limbah terhadap kondisi lingkungan pesisir apabila pembuangan terus dilakukan tanpa pengelolaan yang memadai.
Mereka meminta instansi terkait untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengolahan dan pembuangan limbah yang digunakan.
Bagi warga, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga pelaksanaannya juga perlu memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan persoalan baru.
Warga berharap dilakukan evaluasi terhadap mekanisme pengelolaan limbah sehingga tidak lagi menjadi sumber keluhan bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait. Awak media ini masih berupaya untuk konfirmasi, namun sayang kantor SPPG itu dalam keadaan tutup.
Penulis: Agus
Editor: Manto

