Batam – Terjadi musibah kathutla di beberapa wilayah di Indonesia, menyebakan kondisi udara di wilayah Kepri, khususnya di Kota Batam menjadi kurang sehat. Pemko Batam mengajurkan pelajar agar belajar lewat daring.
Prihal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi penjaitan. Saat ditemui, ia mengatakan bahwa dampak asap karhutla ini sudah mengganggu kesehatan dan jarak pandang di Kota Batam.
“Asap kiriman dari daerah kebakaran terdampak sampai ke kota Bayam, Dan Pmerintah kota Batam mengeluarkan surat imbauan kepada Sekolah meliburkan anak” jelas Rudi, Jumat (18/09/26)
Dikatakan Rudi, saat ini, sekolah sekolah di minta untuk menerapakan metode belajar secara dering. Lebih tepatnya belajar dari rumah.
Selain itu, masih menurut Rudi, Pemko iuga sudah menyiapkan puskesmas yang selalu siaga bagi warga Batam yang terdampak asap.
“Jika ada keluha warga di minta untuk segera datang ke puskesmas yang sudah di setiakan,” tambah Rudi.
Selain itu, Rudi berharap agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar dapat menggunakan masker. Jika memungkinkan, kurangi beraktivitas di luar rumah.
“Asap tebal ini beresiko bagi kita, untuk mwngurangi dan terhindar dari penyakit, sebaiknya perbanyak minum air putih agar tubuh kita selalu sehat,” tutup Rudi.
Pemulis: Rudi
Editor: Red












