Home / Kota Tanjungpinang / Provinsi Kepulauan Riau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Gubernur Ansar Dampingi JAM-Intel Kejagung Jelajahi Sejarah Pulau Penyengat

Gubernur Ansar Ahmad perlihatakan maket musium dan monumen rugu bahasa kepada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani saat melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat

Gubernur Ansar Ahmad perlihatakan maket musium dan monumen rugu bahasa kepada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani saat melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat

Perlihatkan Maket Museum dan Monumen Tugu Bahasa

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendampingi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Selasa (25/8).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta potensi pariwisata Pulau Penyengat yang menjadi bagian penting dari identitas Kepulauan Riau.

Rangkaian kunjungan diawali di Balai Adat Indera Perkasa. Di lokasi tersebut, Ansar memperkenalkan sejarah Kesultanan Riau-Lingga, termasuk silsilah Raja Ali Haji, salah satu tokoh penting dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.

Ansar juga memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat. Ia menjelaskan warisan pemikiran Raja Ali Haji melalui karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas, yang menjadi salah satu peninggalan penting dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri dan makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Rombongan memanjatkan doa sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun peradaban serta menjaga identitas budaya Melayu.

Rangkaian kunjungan ditutup di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Di sana, Ansar menjelaskan sejarah pembangunan masjid yang menjadi salah satu ikon Pulau Penyengat, termasuk keunikan arsitektur dan ornamen yang menghiasi bangunan tersebut.

Ansar mengatakan, Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya dan destinasi wisata Kepulauan Riau.

“Pulau Penyengat ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Kita ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citranya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Pada saat yang sama, upaya tersebut penting untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang terdapat di Pulau Penyengat. Menurutnya, berbagai peninggalan yang masih terjaga menunjukkan besarnya peran Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan peradaban di kawasan tersebut.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Pulau Penyengat secara lebih luas sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam dalam satu kawasan.

Sumber: Kominfo

Editor: Red

Share :

Baca Juga

Kota Tanjungpinang

Keluhkan Jadwal Molor di Poli Radiologi RSUP Kepri, Pasien Malah di Usir Petugas

Politik

DPRD Kepri Bentuk Pansus LKPj 2025, Berikut Susunan Resminya

Kota Tanjungpinang

Gelar Media Gathering, Imigrasi Tanjungpinang Sosialisasikan Cegah TPPO

Kota Batam

Disdik Kepri Lakukan Sinkronisasi Data Guru Lewat Aplikasi SIASN

Politik

DPRD Kepri Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Gubernur Tahun 2025

Kota Tanjungpinang

Tingkatkan Profesionalitas Layanan, Pemko Gelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus

Kota Batam

Bupati Natuna Tiga Kali Mangkir Rapat RTRW, Marzuki Pertanyakan Komitmen Bangun Daerah

Kota Tanjungpinang

Diduga Tiket Bodong, Tim PSW Tanjungpinang Terlantar di Bandara Soatta dan Gagal Ikut Pesparawi Nasional